Pemanfaatan Limbah Kulit dan Bonggol Nanas menjadi Minuman Fermentasi Teapche untuk Mendukung Pertanian Zero Waste di Desa Pagaruyung
DOI:
https://doi.org/10.36355/bsm.v3i2.58Kata Kunci:
kulit dan bonggol nanas, tepache, fermentasiAbstrak
Desa Pagaruyung merupakan sentral perkebunan dan pengolahan yang dikenal sebagai “Kampung Nanas), terletak di Kabupaten Kampar. Beberapa UMKM di Desa Pagaruyung telah menghasilkam produk olahan nanas berupa keripik, sirup dan sale nanas. Meningkatnya permintaan akan produk olahan nanas menyebabkan meningkatnya jumlah limbah nanas berupa kulit dan bonggol yang tidak termanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan dalam memanfaatkan kulit dan bonggol nanas menjadi produk bernilai ekonomi dan mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRS) yang memungkinkan mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan sejak identifikasi masalah sampai akhir kegiatan. Tahapan dalam pengabdian ini meliputi: tahap penyuluhan pembuatan tepache dan evaluasi kebermanfaatan kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner menununjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkisar antar 66,67%-100% terhadap proses pembuatan minuman tepache, manfaat tepache terhadap kesehatan dan kemasan yang cocok untuk produk tepache.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.