Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Diversifikasi Produk Alpukat Warga Desa Wunung, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul
DOI:
https://doi.org/10.36355/bsm.v3i2.62Keywords:
alpukat, Biji Alpukat, Kopi Biji Alpukat, Pengabdian Masyarakat, Digital MarketingAbstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah biji alpukat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Wunung, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, yang memiliki potensi alam berupa hasil panen alpukat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya sarana pengolahan untuk mengubah biji alpukat yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, yaitu Kopi Biji Alpukat. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik, transfer teknologi berupa implementasi alat pemecah dan pengolah biji alpukat, serta sharing session dan pelatihan praktik mengenai aspek produksi dan pemasaran digital.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas masyarakat, terbukti dari kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 43-44% dibandingkan pre-test pada aspek produksi dan pemasaran. Implementasi alat berhasil meningkatkan efisiensi pengolahan dari rata-rata 5 kg per hari secara manual menjadi 25 kg per hari, menunjukkan peningkatan kapasitas sebesar 400%. Peningkatan efisiensi ini, dikombinasikan dengan pelatihan digital marketing, telah menciptakan jalur pendapatan baru dan mentransformasi biji alpukat menjadi produk unggulan "Kopi Biji Alpukat Wunung." Disimpulkan bahwa intervensi holistik (implementasi alat dan peningkatan kapasitas SDM) efektif dalam mengentaskan permasalahan limbah dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wunung
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.